Pembotolan ialah pengawetan dalam botol caranya sama saja dengan pengawetan dalam Kaleng (can), cara ini terkenal pula sebagai canning (pengalelangan ) juga, meskipun yang dipakai sebagai wadah bukang kaleng lagi , melainkan botol gelas , karena dilakukan sebagai industri rumah , ia pun terkenal sebagai home canning. Disamping itu diperlukan juga Autoclaap atau Pressure cooker yang bisa digunakan untuk mensterilkan susu atau mikrobiologi . Karena itu , proses pembotolan atau home Canning ini sering juga dianggap pengawetan dengan sterelisasi.
Pada garis besarnya , pembotolan ikan dilakukan sebagai berikut :
Sebelum mengerjakan ikan, kita harus mensterilkan botol jem berikut tutupnya yang hendak kita pakai itu dengan jalan merendamnya dalam larutan kaporit 1 % selama 24 Jam, supaya bakteri yang ada di dalamnya dapat tertumpas. Sesudah itu , baru dicuci dengan air mendidih dan dikeringkan agar bebas dari kaporit yang telah digunakan .
Supaya ikan yang dibotolkan itu tidak berbau Lumpur, pilihlah ikan yang segar benar dan dicuci kereneng . Kemudian dicuci sekali lagi dengan air bersih , sebersih – bersihnya. Dalam hal ini isi perut ikan dibuang , dengan memotong nya dengan ibu jari dan telunjuk , sambil menarik isi perut itu kepala harus dibuang , karena rongga insang dan celah matanya merupakan sumber kotoran yang menimbulkan bau lumpur .
Ikan Sudah yang disiangi ini , dibasuh lagi sebersih bersih , kemudian direndam dalam larutan garam 25 % selama 10 Menit . Sesudah itu ikan dicuci selama 10 Menit . Sesudah itu ikan dicuci lagi dengan air bersih , Kemudian ditiriskan .
Setelah kering airnya, ikan dijemur selama 2 Jam untuk memperkuat Kulitnya.
Ikan yang sudah kuat ini kemudian dikukus selama 15 menit , untuk mengurangi kadar air yang ada dagingnya . Sesudah itu masih harus dikeringkan kembali di atas tampah yang bersih , sampai dagingnya menjadi agak keras.
Sementara itu, botol jem yang sudah disterilkan dan dicuci telah tersedia . Bagi tiap 250 Gram ikan ( yang dapat masuk ke dalam satu botol jem ), harus disediakan garam 3/4 sendok makan, minyak goreng 3 sendok makan , dan saus tomat 3 sendok makan . Setelah semuanya dimasukkan kedalam botol, botol ditutup serapat rapatnya, kemudian dimasak dalam autoclaaf yang dilengkapi dengan manometer dan thermometer.
Sebuah autoclaaf bergaris tengah 30 cm biasanya memuat 10 botol sekaligus
Setelah tutup autoclaaf dipasang dan disekerup rapat , autoclaaf dipasang dan disekerup rapat autoclaaf kemudian ditaruh diatas kompor yang nyalanya cukup besar . supaya proses pemanasan dapat berjalan cepat Katup udara harus dibiarkan terbuka dulu, sementara pemanasan dimulai . Maksudnya supaya udara yang ada dalam autoclaaf itu dapat keluar . Sementara itu semua udara pasti keluar disusul oleh uap air . Barulah katup udara ditutup rapat . Kalau katup ini kita tutup tergesa gesa sehingga masih ada udara yang tersekap dalam autoclaaf , maka udara ini akan merupakan dinding penghalang yang menghambat rambatan panas. Tidaklah demikian halnya , apabila yang meliputi botol jem itu air semuanya. kalau suhu sudah mencapai 115 Celcius , maka mulai saat itulah dihitung lamanya waktu pemanasan autoclaaf .
Supaya suhu dan tekanan tidak semakin naik terus autoclaaf itu dilengkapi dengan sebuah pentil udara yang dapat membuka sendiri , bila tekanannya melebihi batas.
Setelah dimasak selama 1 jam terhitung mulai saat tercapainya suhu 115 C tadi , api dipadamkan , kemudian suhu diturunkan pelan pelan , dengan jalan membiarkan autoclaaf itu sendiri.Pendinginan tidak boleh dipercepat dengan membuka katup udara .Sebab , kalau terlalu cepat ,cairan dalam botol jem itu akan meluap keluar ( karena penurunan tekanan yang sekonyong – konyong ), dan tutup botol dapat terbuka .
Sekarang menggunakan autoclaaf makin lama makin ditinggalkan , diganti dengan penggunaan panci pressure cooker yang lebih ringan dan lebih ringan dan lebih kecil , serta lebih praktis penggunaannya.
Pressure cooker juga mempunyai katup udara udara yang sekaligus bertugas sebagi pentil pengaman, yang dapat membuka sendiri, apabila tekanan udara dalam pressure cooker mulai melebihi batas .Ia tidak dilengkapi dengan thermometer atau manometer, karena , karena memang tidak diperlukan .
Pada pengunaan pressure cooker ini , mula mula pentil pengaman itu harus bebas mengeluarkan semua udara yang tersekap di dalamnya, berikut uap air permulaan yang terbentuk oleh pemanasan.Kemudian , setelah beberapa menit dibiarkan mengeluarkan uap air , pentil itu ditekan beberapa kali, sampai letaknya tepatnya tepat menutup lubang , hingga panci pressure cooker itu tertutup rapat dan memperoleh tekanan yang diperlukan untuk mempercepat pemasakan.
Pengalengan.
Pengalengan Ikan adalah Pengawetan ikan dalam kaleng. Yang prinsipnya sama dengan strerilisasi pada pembotolan ikan. Hanya wadahnya saja yang berbeda, sehingga pengerjaannya pun berbeda, sehingga pengerjaannya pun berbeda .
Jenis Ikan yang banyak sekali diawet dalam kaleng pada saat ini adalah ikan tongkol, lemuru , sardin , dan ikan kembung.Meskipun juga ikan bandeng.
Langkah pengalelangan ikan ialah sebagai berikut.
1. Ikan dibersihkan .Sisik dan isi perutnya dibuang .Sambil membersihkan ikan ini, Perlu diadakan pemilihan yang ketat. Hanya ikan yang baik saja yang diterima.
2. Sesudah dibersihkan ikan dipotong – dipotong sesuai dengan, ikan dipotong – potong sesuai dengan ukuran Kaleng yang dipakai. Kemudian dimasukkan kedalam kaleng yang sudah bersih . Agar tiap kaleng dapat isi yang sama. sehingga perlu dilakukan penimbangan sesuai dengan isi kaleng.
3. Kaleng yang sudah terisi dengan ikan , di isi dengan bambu , yang sesuai dengan selera atau permintaan para konsumen. Bumbu atau saus yang paling sederhana hanya berupa air dan garam saja . Umumnya bumbu itu dimasukkan dalam keadaan panas . Sesudah bumbu dimasukkan kedalam kaleng , tutup kaleng ditumpangkan diatas masing masing kaleng.
4. Kemudian Kaleng ditutup rapat.Penutupan bisa langsung dan dapat juga dengan pemanasan kaleng lebih dulu.Jika alat penutup itu mesin penutup kaleng Vakum, maka hawa yang ada dalam kaleng itu dapat dihisap keluar secara mekanis , kemudian segera tutup rapat rapat . Bila mesin penutup kaleng tidak mampu mengisap hawa supaya timbul vakum , maka kaleng yang berisi ikan dan bumbu itu harus kita lewatkan melalui terowongan panas , yang dapat memanaskan kaleng itu dengan cepat , dengan suhu 80 C – 95 C .
5. Selesai pemanasan untuk mencapai waktu vakum itu , kaleng ditutup Rapat rapat dengan mesin .Dan selesai Penutupan , kaleng harus dicuci dengan air Sabun , untuk menghilangkan bekas minyak yang mungkin ada pada bagian luar kaleng.
6. Kaleng yang sudah bersih , dimasak dalam tempat pemasakan ( umumnya berupa retort atau autoclaaf ) dengan uap air . Penentuan pemanasan berdasarkan eksperimen dalam laboratorium penelitian teknologi makanan yang sudah tentu menyiarkan hasil laporan hasil eksperimen kepada kita.
7. Segera sesudah pemanasan selesai , kaleng harus segera di dinginkan dengan cepat , dengan air dingin atau udara sejuk .
8. Kaleng yang sudah dingin kemudian dicuci lagi ( kalau perlu ) untuk menghilangkan lemak mungkin datang dari kaleng yang bocor, waktu dimasak bersama sama dalam retort, kemudian kaleng yang sudah bersih diberi etiket.